Sambut Musim Tanam, Petani Simpang Yul Terus Bergerak Perkuat Ketahanan Pangan Bangka Barat



Mari bersama-sama menjaga semangat bertani. Mari menanam untuk Bangka Barat yang semakin kuat dan mandiri dalam pangan.



SIMPANG YUL – 26/09/2026, Memasuki musim tanam, semangat petani sawah di Dusun Petaling Jaya (Kamat), Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, terus menyala. Meski masih menanti turunnya hujan, petani tidak memilih untuk menunggu. Persiapan lahan tetap dilakukan sebagai bentuk optimisme menyambut musim tanam.

Pengolahan tanah dilakukan dengan memanfaatkan Traktor Roda Dua (TR2) dan Traktor Tangan (Toda) 4 bantuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bangka Barat. Pemanfaatan alsintan tersebut membantu mempercepat dan mengefisienkan pekerjaan petani, sekaligus memastikan lahan siap ditanami ketika kondisi air dan cuaca mendukung.

Bagi petani Simpang Yul, setiap olahan tanah adalah bagian dari ikhtiar. Harapan terhadap hujan tetap ada, namun semangat untuk mempersiapkan musim tanam tidak boleh berhenti. Lahan terus diolah, sarana yang tersedia terus dimanfaatkan, dan petani bersiap menyambut musim tanam dengan penuh keyakinan.

DKPP Kabupaten Bangka Barat terus mendorong agar bantuan alat dan mesin pertanian dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani. Kehadiran alsintan diharapkan dapat membantu mempercepat pengolahan lahan, mengurangi beban kerja petani, serta mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian.

“Hujan memang menjadi harapan, tetapi ikhtiar tidak boleh berhenti. Petani Simpang Yul terus mempersiapkan lahan dengan memanfaatkan alsintan yang ada. Semangat inilah yang harus kita jaga—bergerak, menanam, dan bersama-sama memperkuat ketahanan pangan Bangka Barat.”
— Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat

Ayo Bergerak, Ayo Bertanam

Semangat dari Simpang Yul diharapkan menjadi energi positif bagi petani sawah di seluruh Kabupaten Bangka Barat. Kepada seluruh petani, mari manfaatkan lahan pertanian yang tersedia, persiapkan lahan sejak dini, dan optimalkan alsintan yang ada untuk mendukung kelancaran musim tanam.

Jangan menunggu untuk bergerak. Persiapkan lahan, manfaatkan teknologi, dan bersiap menyambut hujan. Setiap hektare sawah yang kembali diolah dan ditanami merupakan langkah nyata dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat Bangka Barat.

Dari Simpang Yul, semangat itu terus digaungkan: sawah diolah, musim tanam dipersiapkan, hujan diharapkan, dan ketahanan pangan diperjuangkan.

Mari bersama-sama menjaga semangat bertani. Mari menanam untuk Bangka Barat yang semakin kuat dan mandiri dalam pangan.